Sekda Lanny Jaya Resmikan Pabrik Tahu di Pirime

30-11-2016-tahu2TIOM – Sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap usaha ekonomi masyarakat, Kamis(24/11) kemarin Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait, ST, M.Si meresmikan usaha kelompok pabrik tahu Yalipok mandiri yang dikelola Tius Wenda, di kampung Yalipok distrik Pirime.Pada kesempatan tersebut Sekda mengatakan, dengan adanya pabrik tahu tersebut bisa dapat membuka lapangan pekerjaan.

Selain itu juga bias menjadi contoh untuk daerah-daerah lain.“Ini usaha yang luar biasa. Masyarakat yang selama ini bekerja sebagai petani bisa tanam kedelai sehingga digunakan untuk produksi tahu,termasuk juga kayu bakar untuk mendukung beroperasinya pabrik tahu.Pemda akan memberikan bantuan,”ujarnya.

Ditegaskannya, yang harus dijaga adalah kualitasnya sehingga produksi yang dihasilkan bisa disukai masyarakat. Pasar juga penting untuk diperhatikan agar produksi yang dihasilkan bisa dijual.Hal yang tidak kalah penting menurutnya, bahan baku yang digunakan harus diperhatikan sehingga produksi bisa terus dilakukan, untuk menyediakan kebutuhan masyarakat berkaitan dengan ketersediaan pangan.

“Ini merupakan contoh besar bagi semua masyarakat kabupaten Lanny Jaya. Pemerintah punya target dapat 1000 pengusaha asli Lanny Jaya dan hari ini kita dapat 1 pengusaha yang luar biasa yang bikin sesuatu yang lain. Peternakan babi atau kelinci, bikin roti, bikin noken dan kerajinan anyam-anyaman itu biasa tapi bikin tahu ini luar biasa. Ini kan sesuatu yang bukan kita punya kebiasaan,” tegasnya.

Usaha yang dijalankan tersebut lanjut Sekda, bisa menolong masyarakat khususnya yang ada di kampung Yalipok distrik Pirime.Sementara itu, Tius Wenda yang merupakan Ketua Kelompok Yalipok Mandiri mengatakan, produksi tahu dilakukan 2 kali dalam 1 minggu.Sekali produksi membutuhkan 25 kilo gram kedelai dan menghasilkan sekitar 300 potong tahu yang dijual Rp. 4.000 per potongnya.“ Jadi sekali produksi kami memperoleh pemasukan sekitar Rp 1,5 juta.Pendapatan kami itu yang kami gunakankembali untuk membeli bahan baku dan menggaji karyawan,” jelasnya.

Dijelaskannya, selama ini kedelai yang digunakan yaitu kedelai yang diimpor, dengan harga per karungnya sekitar Rp. 450 ribu “Kami akan berusaha untuk bekerjasama dengan para petani yang berada di Lanny Jaya umumnya, sehingga kedepannya bahan baku yang kami gunakan adalah kedelai lokal,” ungkapnya.(HUMAS)

Post Comment